|
FRAKSI GOLKAR DI DPRD BANYUASIN: DARI “ADU-MULUT” NYARIS “ADU-JOTOS” |
|
Ditulis oleh admin
|
FRAKSI GOLKAR DI DPRD BANYUASIN:
DARI “ADU-MULUT” NYARIS “ADU-JOTOS”
Pangkalan Balai, (SIMPUL DEMOKRASI BANYUASIN)
– Dua oknum fraksi Partai Golongan Karya di DPRD Banyuasin, LA, SH dan
IS, SH, yang semula “adu-mulut” nyaris menjadi “adu-jotos” Untunglah
beberapa anggota dewan yang menyaksikan peristiwa itu segera melerai
pertikaian antara dua wakil rakyat tersebut.
Insiden
tersebut merupakan bukti bahwa nilai-nilai demokrasi belum menjadi cara
berpikir dan cara bertindak bagi politisi di tingkat lokal. Pertikaian
itu dapat dicegah karena beberapa anggota dewan masih berada di Gedung
Graha Sedulang Setudung, sehingga “adu-mulut” antara dua oknom dari
Fraksi Golkar Banyuasin itu tak berkembang menjadi “adu-jotos”
sebagaimana pernah terjadi “saling-pukul” antar anggota DPRD Banyuasin beberapa waktu lalu.
Ketua
BK DPRD Banyuasin yang juga anggota Fraksi Golkar, Hasan HM,
membenarkan peristiwa yang nyaris mengarah pada tindak kekerasan fisik
tersebut. “Itu hanya kesalahpahaman,” ujarnya. “Keduanya masih muda
sehingga gejolak emosi yang kadang tak terbendung,” tambah Hassan.
Pangkal
keributan dua anggota Fraksi Golkar tersebut diduga bermula dari adanya
rolling anggota komisi dari Fraksi Golkar di DPRD Banyuasin. Kebijakan
rolling itu telah menyebabkan munculnya ketidakpuasan di antara oknum
fraksi Golkar yang nyaris berkembang dari “adu-mulut” menjadi
“adu-jotos”. ( Tim SBD).
Sumber diolah dari harian Palembang Pos, 27 September 2007
|