Pada tahun 1996, MKPP melakukan pemberdayaan kaum perempuan yang bergerak di bidang kesenian, khususnya sastra, di bawah bayang-bayang politik represif ORBA. Ditengah-tengah situasi politik yang represif tersebut, MKPP menerbitkan dua antologi puisi penyair perempuan dengan judul “Perempuan Musi I” dan “Perempuan Musi II”. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan diskusi dan dialog sastra perempuan yang dipublikasi media cetak lokal dan media eloktronik nasional. Selain menerbitkan antologi puisi, juga melakukan advokasi mengenai hak-hak perempuan dan anak dengan membuka jaringan dengan LP3HAM, LBH Palembang, Yayasan Kuala Merdeka, dan organisasi kesenian seperti Yayasan ORDE dan Forum Komunikasi Budaya (FKB).
Permasalahan kaum perempuan ternyata sangat kompleks dan bertalian permasalahan anak, maka beberapa aktivis MKPP sepakat melebarkan sayap dengan mengubah nama MKPP menjadi Yayasan PUSPA Indonesia ( Pusat Studi Pemberdayaan Perempuan dan Anak Indonesia ) pada tanggal 21 September 1999. Ornop ini didirikan oleh Nerry Sulastri (mahasiswa), Zairina (aktivis) dan Febri Irwansyah (aktivis seni yang kemudian mengundurkan diri ) dengan akte notaris No.5 tahun 1999 dihadapan Notaris Thamrin, SH .Yayasan PUSPA Indonesia memfokuskan perhatian pada kaum perempuan dan anak-anak. Hal ini disebabkan banyak hak-hak kaum perempuan dan hak-hak anak terabaikan oleh pemerintah daerah.
Kini Yayasan Puspa Indonesia telah membangun jaringan dengan Ornop di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Di antaranya berjaringan dengan ornop lokal seperi Yayasan Kuala Merdeka, LPA Anak SumSel, LBH Palembang, AJI, LBH APIK Sumsel, PKBI, Perserikatan OWA Indonesia,WCC Palembang, WALHI Sumsel, Solidaritas Perempuan dan Gerakan Rakyat Palembang. Sedangkan di tingkat nasional membangun jaringan dengan Yayasan Bahtera (Bandung),PKPA(Medan), Komnas Perlindungan Anak (Jakarta), Komnas Perempuan (Jakarta) dan jaringan internasional seperti UNICEF (perwakilan Jakarta), Asia Forum (Asia), Mahasiswa Studi Asia Tenggara OHIO University (Amerika Serikat) dan Ornop Inspire Institute (Australia), AusAID.
Di bawah rezim Orde Baru (ORBA), perjalanan Yayasan PUSPA Indonesia sebagai organisasi non–pemerintah (Ornop) berawal dengan berdirinya Masyarakat Kajian Perempuan Para Nusa (MKPP) pada tahun 1995. Organisasi ini didirikan Zairina (aktivis), Tarech Rasyid (Aktivis kebudayaan), Dimas Agus Pelaz (Penyair), dan Musnadi Thabrani (wartawan RCTI). Tujuan berdirinya MKPP adalah untuk memberdayakan kaum perempuan yang termajinalisasi diberbagai bidang kehidupan, khususnya di bidang seni-budaya. Marjinalisasi kaum perempuan disebabkan masih kuatnya budaya patriarki di kalangan masyarakat Sumatera Selatan, disamping ideologi “ibuisme” yang kuat pada nasa rezim ORBA.